Muncul prediksi, bintik hitam di matahari bisa lenyap pada 2015.
Selama berminggu-minggu, Badan Antariksa Nasional AS (NASA) mengamati, matahari tampil tanpa sedikit pun titik hitam (sunspot ) di dalamnya. Hal ini mengundang pertanyaan para ahli, sebab fenomena minimnya aktivitas matahari telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun.
Aktivitas matahari saat ini masih berada dalam periode minimum, di mana
aktivitas matahari tidak terlalu tinggi. Rendahnya aktivitas matahari pun memicu tanda tanya, apakah ini berarti puncak siklus matahari akan bergeser?
Sebelumnya para ahli memperhitungkan, puncak aktivitas matahari akan jatuh pada 2010. Namun karena hingga tahun lalu aktivitas matahari belum menunjukkan peningkatan, maka perkiraan ini digeser menjadi 2012. Bahkan perhitungan lain menunjukkan, puncak aktivitas matahari akan terjadi pada 2013. Puncak aktivitas matahari akan ditandai dengan makin tingginya frekuensi badai matahari.
”Saya berpendapat bahwa titik hitam ini akan kembali,” ujar Matt Penn, peneliti pada Observasi Matahari Nasional (NSO) di Tucson, Arizona. Rekan Penn dari NSO, Bill Livingstone, yang mempelajari medan magnet matahari selama 17 tahun terakhir, menemukan tren baru yakni kekuatan magnet pada titik hitam itu menunjukkan penurunan. ”Medan magnet di titik hitam turun sekitar 50 gauss per tahunnya,” ujar Penn. Ia memprediksi, bintik hitam di matahari bisa lenyap pada 2015.
Bintik hitam di matahari bukanlah sebuah benda namun merupakan medan magnet yang kuat. Medan magnet ini terlihat gelap karena menghalangi aliran panas dari dalam tubuh matahari. ”Menurut perhitungan kami, titik hitam di matahari hanya akan terbentuk jika kekuatannya 1.500 gauss,” ujar Livingston. Maka jika tren pelemahan medan magnet ini berlanjut, ia memperhitungkan, batas itu akan tercapai dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Itu berarti medan magnet di matahari akan menjadi terlalu lemah untuk membentuk titik hitam.
Fenomena ini sungguh menarik perhatian para ilmuwan fisika matahari. ”Ini sesuatu yang kontroversial,” ujar ilmuwan NASA lainnya, David Hathaway. Ia menambahkan, hal kontroversial itu bukan karena pengamatan tentang menghilangnya bintik hitam matahari tersebut memang nyata. Yang bisa menjadi perdebatan, kata dia, adalah jika tren ini berlanjut di masa depan. ”Apalagi data yang digunakan adalah periode 2000-2002 setelah terjadinya siklus matahari 23, yakni siklus maksimal matahari. Sehingga turunnya kekuatan medan magnet bisa saja merupakan sesuatu yang biasa, dan bukan tanda-tanda menghilangnya sunspot ,” kata David.
Semakin aktif
Terkait dengan bintik hitam ini, pakar astronomi dan astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, menjelaskan, semakin banyak titik hitam berarti matahari semakin aktif.Saat ini siklus matahari yang masuk dalam siklus 23 kemungkinan mencapai titik terlemahnya pada 2009. Setelah itu aktivitas matahari akan berangsur meningkat, seperti yang terjadi pada siklus sebelumnya. ”Waktu minimum siklus memang lambat, di luar pekiraan. Setelah puncak pada tahun 2000, biasanya 5-6 tahun sesudahnya minimum, berarti mulai 2006 aktivitas sudah meningkat,” paparnya.
Tapi ternyata, yang terjadi lebih lambat dari perkiraan semula. ”Dan ini menjadi objek penelitian para ahli,” ujarnya. Tahun ini aktivitas matahari diperkirakan berada pada siklus yang paling minimum. nasa/wulan tunjung palupi
Fakta Seputar Matahari
* Matahari adalah bola gas yang sangat panas. Garis tengahnya 1.392.000 km, atau sekitar 109 kali garis tengah Bumi. Massa atau berat totalnya 331.950 kali Bumi. Sedangkan suhu permukaannya sekitar 5.000 derajat Celsius.
* Piringan matahari yang menyilaukan disebut fotosfer. Di sekeliling fotosfer adalah lapisan gas merah cemerlang yang disebut kromosfer.
* Dari kromosfer inilah terlempar untain hidrogen merah menyala sejauh ratusan ribu kilometer ke antariksa. Untaian ini disebut prominensa. Di sekeliling kromosfer terdapat lapisan gas lain yang disebut korona.
* Korona, prominensa, dan kromosfer hanya tampak saat gerhana matahari total. Di waktu lain semuanya itu tertutup oleh kecermelangan cahaya fotosfer. Namun kini, ketiganya dapat diamati oleh sebuah alat yang disebut koronograf, yakni teleskop khusus yang dapat ‘menghilangkan’ sinar menyilaukan dari fotosfer.
* Terdapat bintik-bintik hitam di matahari yang disebut sunspot. Bintik hitam ini merupakan medan magnet yang kuat. Medan magnet ini terlihat gelap karena menghalangi aliran panas dari dalam tubuh matahari.
* Meski kelihatannya kecil, ukuran beberapa bintik matahari sebenarnya besar sekali, beberapa kali garis tengah Bumi. Munculnya bintik matahari dalam jumlah besar akan berulang dalam siklus 11 tahunan
(dikutip dari berbagai sumber *)
DIarsipkan di bawah: Iptek, Kontroversi News



















































